![]() |
| Sumber: Google |
Aturan dan saran dari Royal College of Paediatrics and Child
Health (RCPCH) untuk hentikan pembatasan waktu bagi anak untuk bermain ponsel
pintar sudah dikeluarkan.
Kok bisa? Mereka menyebutkan tidak ada bukti kalau ponsel
pintar berbahaya bagi anak-anak. Tapi, saran tersebut justru ditentukan
kebanyakan orangtua yang mengungkapkan kefrustasian dalam menghadapi anaknya
yang sudah kecanduan ponsel pintar.
“Anak yang bermain ponsel pintar justru mengganggu prestasi
sekolah dan performa olahraga. Itu menjadi kecanduan yang sangat berbahaya,”
ujar Andy, warga Inggris yang mengaku kecewa dengan saran dari RCPCH, dilansir
AkuratParenting dari BBC pada Kamis, (31/1).
Andy justru hanya memberikan kesempatan kepada anaknya untuk
bermain ponsel pada hari Jumat dan Sabtu. Dia mengaku anaknya kurang fokus
dengan pelajaran dan tidak memiliki kesempatan untuk belajar jika selalu
memegang ponsel pintar.
“Biasanya anak-anak selalu bermain game di ponsel pintarnya,”
paparnya.
Komisioner lembaga anak di Inggris, Anne Longfield,
mengungkapkan, penggunaan ponsel pintar memanglah harus dipantau oleh orangtua
anak tersebut. Dia mengungkapkan, rata-rata anak bermain ponsel pintar pada
usia sembilan bulan.
“Orangtua harus mengawasi kegilaan anak saat bermain ponsel.
Jangan sampai muncul ketegangan antara orangtua dan anak hanya karena ponsel
pintar,” kata Anne.
Dia mengaku, orangtua sangat wajar jika khawatir hubungan
sosial anaknya terganggu karena anak sibuk dengan ponsel pintar.

Komentar
Posting Komentar