![]() |
| Sumber: Google |
Minggu lalu, salah satu pendiri dan Presiden Xiaomi, Lin Bin,
memamerkan smartphone dual-foldable (lipat ganda) untuk pertama kalinya. Lin
menyatakan, ponsel pintar lipat ganda besutan Xiaomi itu telah sukses mengatasi
serangkaian masalah teknis seperti masalah fleksibilitas layar lipat, poros
lipat, teknologi penutup fleksibel, dan adaptasi MIUI.
Meski masih prototype, Xiaomi akan memproduksi secara massal
apabila mendapat respon yang baik dari pengguna dan pasar. Xioami juga berjanji
akan mengeluarkan sebuah produk yang berkualitas sesuai kebutuhan pengguna.
Usut punya usut, masalah-masalah seputar layar lipat bisa
diatasi Xioami lantaran adanya kerjasama yang baik dengan mitra pembuat layar
tersebut. Adalah Visionox, perusahaan pembuat panel dan layar OLED asal Cina
yang menjadi pemasok bagi Xioami.
Visionox telah diteliti oleh teknologi panel layar OLED untuk
waktu yang lama dan telah berulang kali menunjukkan layar lipat hasil
garapannya. Pada tahun 2018, panel layar Visionox jenis AMOLED berada di
peringkat ketiga dalam hal pengiriman dan produksi panel smartphone AMOLED
terbesar di Cina daratan.
Selain Visionox, brand besar seperti Samsung, Huawei, OPPO,
Vivo, LG dan merek lain juga tengah mengembangkan layar yang dapat dilipat.
Meskipun Apple memiliki paten untuk ponsel yang dapat
dilipat, perusahaan tidak akan meluncurkan smartphone lipat pada 2019. Apple
mengklaim masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan pada perangkat lamanya.

Komentar
Posting Komentar